Senin, 17 Januari 2011


Tidak Mudah Terlahir Di Negara Indonesia

Bangsa atau Etnik dianugerahkan Tuhan sejak seseorang mulai bernapas di dunìa. Partikel Tuhan tersebut tak dapat dielakkan atau ditawar seorang bayi karena dilahirkan di suatu Bangsa atau Etnik tertentu. Kisah perjalanan hidup saya terlahir, menetap dan hidup di Indonesia patut disyukuri namun tidak dengan kata sangat beryukur. Hal ini disebabkan dalam menempuh jalan hidup di Indonesia memerlukan tenaga dan mental yang harus ekstra kuat. Bukan berarti hal tersebut tak berlaku jika saya hidup di negara lain. Namun suatu kenyataan yang perih, negara yang katanya disebut surga dunia dan saya yakin diciptakan Tuhan untuk mensejahterakan penghuninya justru berdampak sebaliknya. Karena para pemimpin yang mendalami konteks perseorangan. Konteks tersebut dijadikan pedang untuk membunuh dan terbunuh di peperangan menaklukkan tanah air Indonesia. Tanah berubah jadi debu dan air berubah jadi darah. Bagaikan kancil memakan singa, Para Pemimpin Indonesia memperalat rakyatnya dengan cara biasa namun mematikan. Halaman - halaman pembukuan keuangan Negara berisi usus - usus mereka yang kian hari semakin buntu memampung hasil kinerja sukses penelitian ketahanan mental baja Rakyat Indonesia yang terus - menerus disulut oleh api ( membunuh secara perlahan - lahan ) Dalam Intermeso cerita ini izinkan saya memperkenalkan diri. Saya  bernama  Robby Viory Fansya, nama yang kurang pantas untuk berdomisili di dunia politik. Saya berumur 20 tahun. Saya bertempat tinggal di Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan. Sebelumnya saya terlahir dan bertempat tinggal di Kota Bandar Lampung, Lampung. Saya anak Sulung dari lima bersaudara, anak yang paling diharapkan untuk menumbuhkan atau mengangkat martabat dan derajat keluarga. Saya lulusan Sekolah Menengah Atas dengan ijazah yang masih mengapung dimana saya bersekolah dahulu. Bukan salah sekolah yang menahan ijazah tersebut, tetapi memang saya belum pantas mempunyai martabat di Indonesia karena ijazah wibawa lebih berguna di Indonesia. Sebenarnya semua itu di sebabkan masalah keluargaku yang terlibat insolvensi pada sebuah Bank Swasta. Saya saat ini bekerja sebagai karyawan bayangan sebuah Perusahaan Harian Umum sebagai asisten wartawan. Semua ini saya lakukan karena gaji yang cukup lumayan dan tentunya menambah pengalaman hidup. Untuk belajar pengalaman pahitnya hidup, kebetulan  saya hidup di negara yang tepat. Bukan hanya memjadi asisten wartawan, menjadi buruh tani pun kujalani disini. Dahulu, saya orang yang bisa di bilang pemalas. Namun setelah semua teresapi, hidup bukan hanya masalah hanya mendapat kebahagiaan lalu senang, tetapi kesenangan juga bisa raih sebagai manusia dalam pencapainya meraih kebahagian. Jangan menunggu sampai terdesak untuk meraih kesuksesam. Kesuksesan lebih rentan keberhasilannya jika kita lakukan lebih awal di usia yang muda. Pulang ke Desa sebenarnya sebuah pilihan yang berat buat saya dan keluarga. Dengan pekerjaan ayah saya menjadi wiraswastawan kami terpaksa Melakukannya. Hidup berwiraswasta dengan sedikit modal di Kota kurang membantu menjalani kehidupan keluarga kami. Seakan petir tak berwujud saat menyambar dunia, keluargaku mengalami krisis ekonomi dan harus pindah ke Desa dimana nenek saya bertempat tinggal. Disinilah saya belajar bertahan dan mengubah hidup. Di Desa indah dan kaya akan kekayaan alamnya. Sebagai manusia biologis, saya cukup mendapatkan kepuasan dengan kenindahan alam yang menyejukkan jasmani dan rohani. Saya berharap mudah - mudahan Tuhan menjaga tangan saya agar kelak tak merusak maha karya yang telah diberikannya. Pikiranku berintuisi apa yang saya jalani dalam penggapain kesuksesan bersieat terpaksa dan sementara disebabkan keaadaan yang sulit menyandera. Setelah saya cerna, rupanya hal tersebut disebabkan kehidupan yang begitu mahal harganya, meskipun dengan bayaran berangsur - berangsur. Keajaiban bukan karena kita dapat menbangun gedung dakam waktu satu malam, tetapi keajaiban justru terjadi sewaktu pencapaian pembangunan gedung tersebut dalam waktu yang bertahap. Untuk itu saya ingin sekali mencoba membuat keajaiban tersebut bahkan untuk dunia. Karena saya memulainya dari lingkup keluarga dan hasilnya luar biasa. Di daerah ini saya mempunyai pemimpin yang bijak dan loyalty. Pemimpin Kabupaten Oku Selatan memiliki hobi berinvestasi di dalam segala aspek : wibawa, derajat, harata, dsb. Pemimpinku lebih dominan mementingkan kesejahteraan rakyatnya dengan cara membeli aset rakyat agar untuk sementara waktu mereka dapat bernapas. Di Masa depan kelak tanah desaku hanya memiliki satu penguasa aset yaitu sang pemburu kekayaan masa depan terdahulu. Aku yakin jika pemimpin sedikit memberi keajaiban terhadap Rakyat, bukan justru nengambilnya suatu saat daerah ini bkan maju dalam sistem perekomian dan lainnya. Jika ada seorang pemimpin yang akan memberikan trik sulap nyata dan terbuka tanpa trik bayangan yang sebenarnya mematikan secara perlahan. Jadi tidak salah jika dilahirkan di Indonesia, aku dan lainnya hanya kurang tepat dalam menjalani. Sebagai contoh : tidaklah mudah menjadi presiden karena menjadi presiden bukan penguraian kata yang begitu saja diucapkan tetapi perbuatan memikul tugas berat membuat keajaiban dalam pencapaian kesejahteraan dan kedamian rakyatnya. Saya mempunyai saran kepada pemerintah buatlah keajaiban secara bertahap, dari kecil lalu yang ke lebih besar. Ingat keajaiban diciptakan sebenarnya bukan terjadi begitu saja, tetapi dengan kiat - kiat usaha yang perlahan terlampirkan kebahagian. 

Up Next Tommorow
Written by Robby Viory Fansya

Minggu, 16 Januari 2011

Pengunduran Diri Sang Iblis ( Pengumuman Dari Ujung Surga)

Pengunduran Diri Sang Iblis ( Pengumuman Dari Ujung Surga)

Sepanjang hantaran alam semesta yang tercipta dalam beberapa masa. Langit ke tujuh menjadi saksi pelepasan mahluk yang tadinya menawan rupa. Hingga terjatuhlah ia dan seluruh anak cucunya. Hari itu disetiap lapisan langit terpukau dan sejenak melalaikan tugasnya melihat para iblis terlempar dari surga dan berterbangan seolah lidah matahari lepas dari cengkraman. Mereka terlempar ke seluruh penjuru ujung dunia. Mereka harus selalu bersembunyi karena tak ada satupun dari bagian bumi yang rela menerima dan mencium bau busuk yg berasal dari hatinya yg hitam seperti gelapnya malam. Malaikat yang menghuni langit ke tujuh bernama hyder lekas bertanya kepada burung lyda, burung raksasa yang sayapnya didiami oleh taman dorothy dan menghebuskan wewangian yang segar melalui kepakan sayapnya yang seperti biasa menjalankan tugas di ujung surga. Ia bertanya kepada burung lyda sesungguhnya apa yang dilihat oleh hyder tadi. Segerombolan aph bertebaran di angkasa. Burung lyda sejenak terbisu  dengan pertanyaan hyder. Ia seakan takut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di surga. Malapetaka ini tak pantas dibicarakan ucap burung lyda. Hyder berpikir, nengapa burung lyda berkata demikian. Ia semakin penasaran dengan apa yang terjadi di surga. Balka berkata “apa yang kau lihat adalah iblis” pintu sisi kanan surga mencoba berbicara pada hyder. Ia berhianat, durhaka, dan tersesat. Siapa? Hyder kembali bertannya. Iblis tak mau bersujud kepada mahluk mahluk yang memiliki dua sifat yang diciptakan oleh tuhan. Ia menganggap manusia lebih baik darinya. Hyder seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya, bahwa iblis telah diusir dari surga. Di setiap penjuru bumi iblis pun mencari tempat bersandar yang didapat oleh kelicikan dan kerakusannya. Di Laut Mob di lautan yang tidak terang dan tidak gelap iblis membangun kerajaan yang diselubungi rasa dendam terhadap manusia dan mulai menunggu jatuhnya manusia dari surga.


Written By : Robby Viory Fansya

Hidup Adalah Pilihan ( Live Is Choice )

Manusia diciptakan tuhan untuk selalu memilih dari segala sesuatu yang ada didunia, aspek manusia ini memberikan kekuatan untuk menguasai dunia dengan pilihan hidup cara yang baik atau buruk sekalipun. Alam dan semesta bergetar ketika manusia mulai menduduki dunia, malaikat dan iblispun harus tunduk terhadap mereka. Karena semua kekuatan mereka ada pada diri manusia yaitu baik dan buruk. Manusia yang menghias dunia dan manusia juga yang merusaknya. Sebongkah otak yang kecil dapat menaklukan alpha dan omega. Pilihan dalam kehidupan menjadi sebuah permainan manusia. Pilihan menjadi tuntutan kehidupan yang terselip dalam semua kegiatan dan perbuatan. Skenario kehidupan mempunyai awal dan akhir yang tidak jelas dikarenakan adanya pilihan hidup. Pilihan berbuat buruk lebih mudah dan menyenangkan untuk dilakukan daripada berbuat baik, untuk manusia yang tak mau berpikir. Manusia hanya bertanya, mengapa hal yang buruk diciptakan tuhan jikalau itu bersifat merusak. Semakin hari manusia  semakin sibuk menjalani pilihan kehidupan. Mereka menciptakan teknologi yang mereka pikir mempunyai fungsi mempermudah jalannya hidup mereka, yang sebaliknya menbuat manusha menjadi mahluk yang super sibuk. Itu adalah contoh bahwa pilihan mempunyai aspek sangat membingungkan. Yang baik belum tentu buruk, yang buruk belum tentu baik. Jadi jangan berpikir dan menulis skenario bagus hanya di awal saja tetapi pikirkan karya kehidupan yang jenius dan benar - benar baik hingga akhir cerita.


Written By : Robby Viory Fansya

Andai Aku Anak Dari Seorang Presiden

Andai Aku Anak Dari Seorang Presiden

Merupakan hal yang pantas bila seorang putra indonesia seperti diriku mempunyai keinginan menjadi anak dari salah seorang tokoh ahli demokrasi di negeri ini yaitu presiden republik indonesia. Sepotong demi sepotong kurangkai angan - anganku meraba nikmatnya disanjung seluruh rakyat indonesia dikarenakan aku putra presiden indonesia. Dapat dipastikan walaupun aku berusia muda, tanpa segan - segan rakyat ayahku akan mencium tanganku sebab aku seorang putra presiden yang mengemban masa depan negara indonesia dengan bersumpah
Di depan seluruh umat indonesia. Walaupun ucapan ayahku kontradiksi dengan perbuatannya, namun apa peduliku aku aku tetaplah putra presiden ( son of leader indonesia ) aku harus belajar secara kontinu bahwa tidaklah mudah menampung uang pemberian ayahku jikalau kantongku selalu tersinggung karena ada orang - orang atau rakyat kecil yang mengusik permainan pengisinya. Krisis rakyat ayahku tidak menghambat tanah indonesia menumbuhkan tanamannya, walaupun tanaman itu kelak akan mati layu. Secara perlahan - lahan serentetan pejabt pemerintahan ayahku, bahkan menebar wibawa dan kharisma. Tanpa hipnotis atau sebagainya. Aku terlihat kaget ketika membuka sebuah situs jejaring sosia dan menampilkan fan rating presiden indonesia yang jumlahnya 9,9 persen dari warga negara indonesia mengepost like/ suka dgn ayahku. Aku bertanya - tanya, kemana 0,1 persennya ?. Ternyata hanya aku dan ibuku yang belum mengepost like/suka di halaman fan rating ayahku. Aku rasa ayahku akan memaklumi jikalau putranya berbuat demikian. Karena hanya anak dan istrinya yang tak mudah termakan bualannya tanpa sedikit pemenuhan kebutuhan financial. Beda halnya dengan rakyat ayahku yang hanya kenyang dengan wibawa dan kharisma seorang pemimpin penunggang garuda raksasa indonesia. 

Written By : Robby Viory Fansya

Sanak Saudara Sang Pejabat Indonesia

Sanak Saudara Sang Pejabat Indonesia

Mengapa harus mensejahterakan orang lain jikalau sanak saudara saya terlantar, sebuah pepatah maha karya pejabat indonesia. Berat untuk mempunyai moral yang baik jika seorang pejabat mempunyai saudara yang banyak. Karen mereka fikir dengan mensejahterakan sanak saudaranya. Sama halnya saja dengan sedikit demi sedikit menabung untuk tunjang masa depan gemilang kemudian hari. Sesuatu perbuatan konyol bagi pejabat untuk menolong orang lain yang tidak berkepentingan dalam karir hidupnya dan kesejahteraan kematiannya dengan mentiadakan uang bbm kendaraan anak dan perawatan salon istrinya. Apalagi keponakan yang butuh pekerjaan menjilat perbuatan mengagumkan mereka dalam operasi penghancuran bangsa dan negara melalui cara menabung uang negara ke kantong mereka. Sebenarnya si kolusi terkadang merugikan Pejabat Indonesia, karena si kolusi pejabat kehabisan persiapan modal untuk periode kursi selanjutnya. Tetapi banyak dari pejabat indonesia menerapkan ilmu yang sangat dasyat fungsionalnya yaitu ilmu aji mumpung. Aji mumpung mempunyai peran demoralisasi di negara indonesia sebagai tokoh utama. Ubi kayu jika diolah dapat menjadi tepung sagu yang selanjutnya jika diolah dapat mempunyai fungsi sebagai bahan makanan. Jadi pejabat pemerintahan indonesia sama dengan ubi kayu yang dicabut oleh rakyat lalu diolah moral dan perilaku yg kemudian dijadikan wakil perubahan bagi bangsa indonesia. Namun apa yang kita lewatkan sebagai tuan mereka ? Proses mengolah ubi kayu menjadi tepung, pejabat pemerintahan di Indonesia harus di olah sedemikian bagus rupanya oleh rakyat indonesia sendiri. Karena tidak ada yang lebih memahami suatu instrumen terkecuali sang penciptanya instrumen tersebut. Kesimpulannya kita yang mencabut pejabat dari orang awaw menjadi sesosok dewa yang agung dan kita juga yang harus menanamkan dan mengolah moral yang baik terhadap mereka. 

Written By : Robby Viory Fansya

Rabu, 12 Januari 2011

Demokrasi Membingungkan Indonesia (Democracy Confused Indonesia )

Demokrasi Membingungkan Indonesia (Democracy Confused Indonesia )
Belum ada awal untuk demokrasi Indonesia,dan untuk hal tersebut kita harus bertanya - tanya dan mencari ! Siapakah yang akan memberikan kenyataan demokrasi ? ( The Real Democracy ) tentu saja jawabannya 'ada'. Namun Seseorang tersebut Pasti hanya memberikan bayangan demokrasi dengan kenyataan pasif Berfikirlah wahai Indonesia,jalankan demokrasi dengan otak yang smart dan konsep yang brilian,kaerna demokrasi bukan sesuatu hal yang harus saja dijalani tetapi juga mesti dipelajari keadaan dan jati dirinya.           
            Pemerintahan Indonesia menjjajkan sistem Pemerintahan yang bersifat misteri, misteri yang membingungkan rakyatnya. Sama halnya dengan cara Tuhan bekerja yaitu dengan cara yang misterius.Sehingga membuat hamba - Nya ada yang mengerti dan ada yang tidak,ada yang menyukai dan ada yang membenci.Tergantung dari Cara Hamba Menyingkapi dan Mempelajari cara - Nya Tersebut.
            Tata Letak pelaku yang menjadi masalah dalam sistem Pemerintahan demokrasi lnddonesia." Kekuasaan ada pada Rakyat ", Apakah sudah terwujud ?, jawabanya juga masih menjadi misteri.Seharusnya Rakyat Indonesia mesti bersatu untuk mengilhami,mempelajari lalu menjalankan apa arti dari kalimat " Kekuasaan ada pada Rakyat ".Berarti Rakyat mempunyai peran tertinggi di dalam Pemerintahan yang dibatasi oleh hukum yang berfungsi hanya untuk rakyat menyedihkan dan bukan untuk perangkat / pejabat pemerintahan.
Di dalam segala Aspek dan instrumen di dunia masing – masing meliki dua fungsi yaitu sebagai penyelamat dan penghancur. Dua fungsi ini juga terselip dalam sistem Pemerintahan Demokrasi, karena Mengapa ? dikarenakan, tata letak pelaku / pemeran yang membingungkan sistem Pemerintahan itu sendiri.

Written By : Robby Viory Fansya

Pejabat Pemerintahan Indonesia Menggunakan Teknik Karir Selebritis

           Pejabat Pemerintahan Indonesia Menggunakan Teknik Karir Selebritis          

Pencapaian sebuah karir politik tidak mentolerir cara apapun.Diciptakan lah suatu teknik pencapaian suatu  obyek mendapatkan keuntungan financial yang disebut social authority. Rangkaian indah suatu perbuatan mencari perhatian dari rakyat lugu.Teknik ini bila sejenak dipahami memiliki rating setingkat dengan teori konspirasi, Hanya bedanya tak ada keraguan dalam menampakkan wujud aslinya. Banyak sekelompok organisasi yang membanggakan pentolan organisasinya, dengan cara mempublikasikan secara brutalisme tanpa pola, bak selebritis yang sedang dilanda gosip berkepanjangan.bahkan tidak ada keraguan seorang manajemen keartisan suatu partai politik tertentu ikut turut andil memaniskan sensasi gosip tersebut.
Dengan melemah Sang Dewa Indonesia mendapat  perhatian rakyatnya. Lalurakyat mulai terpukau dengan aksi drama yang hebat di awalnya saja tetapi menjadi petaka di akhir cerita. Rakyat Berteriak” Berikan Kami tontonan yang segar “ lalusang illusioner negara mulai menampilkan scene terbaik denbgan angel kamera yang disorot dari sudut neraka. Dengan Alunan musik  yang senandung mereka berdiri tanpa malu mempertontonkan kesombongan ,seolah telah terbiasa berakting di depan kamera.Penonton terhanyut dengan pembawaan kaarakter yang Sang dramatisir Negara, sampai – sampai tak setitik air mata pun yang dapat di uraikan rakyat kembali, dikareanakan suguhan aksi yang berkali –kali menipu mereka.Sungguh benar adanya jikalu Indonesia menganut konstitusi demokrasi, disebabkan kenyataan bahwa rakyat yang memberiakan rasa kasihan yang dalam terhadap pejabat pemerintah Indonesia, dan bukan sebaliknya. Menuju karir populer politik Sang Pejabat Pemerintah Indonesia tidaklah mudah tanpa kesetiaan Rakyat sebagai Fan abadi dan berbudi Oleh karena itu, selaku Rakyat Indonesia kita berharap untuk sensasi fantastik yang lebih baik dari Sang Ahli – Ahli Demokrasi Indonesia.


Written By : Robby Viory Fansya