Kamis, 08 September 2011

Perkasanya Kontol Teman Suamiku : Cerita Seru

Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku


Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.

Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.


Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata "..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya.." Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup 'gentleman'.


Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata "..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini.." Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous 'you can see' setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru didepan pintu "..Ayo Her aku sudah siap.." Heru hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.


Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.


Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Heru mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous "you can see" longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.


Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang "gentleman" pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Heru terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.


Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. "Her.." kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.


Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Heru yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.


Heru mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.


"Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her.." desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.


Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.


Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. "Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu.." desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.


Heru menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, "..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!" tetapi Heru terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.


Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.


Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. "ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh.." bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

Kupasrahkan diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku."Hngk! Besaar..sekalii..Heer.." Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.


Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.


"Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!


Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, "..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!" aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.


"hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh.." Heru membalas dengan pertanyaan "Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?" otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku "Ohh ssh Heruu. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Heru makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, "..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama kontolnya Heru..?" aku bingung menjawabnya, "Bilang lagi dientot..!" Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya "hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang.."


Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.


Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!" Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!" mendengar celotehanku, Heru yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.


Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Heru mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.


Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku "Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau keluaar..!!" pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Heru mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. "..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!"


Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti 'forever' menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.


Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Heru mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.


Setelah aku kembali "sadar" dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.


Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.


Lalu Heru memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi "doggy style" dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas "..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku.." Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.


Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess.." ..Ooohh.. Heruu.. teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya 'doggy style' ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap 'menanjak' suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.


Tetapi Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya 'doggy style' ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap "menanjak" tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.


"Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!" aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.


Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Heru yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Heru menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.


Heru memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. "Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!" Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Heru belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.


Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, "..Ohh yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!" Heru mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.


Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Heru menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.


"..Ooohh..Hesty..kau sungguuh seksxyy.. masuukin kontolku..!!" Heru memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. "..Yess.. Heruu.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!" kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..


"..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!" giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.


Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Heru bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, "..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess.. yeess..!!"
Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot buah dadaku... aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. "..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Herr..yeess..!! ...sshh.. ...oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, "..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!" Heru mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, "..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! "..yess..Hess..aku… keluarkan diluar apa didalam..?". "..Ohh.. Heru kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!

Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, "..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!" Heru memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan "..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.


Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.


Heru telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.


Sepeninggal Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat mengharapkan Heru melakukannya lagi terhadapku.


Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Heru. Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku 'sayang'. Heru berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu.

Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan apa yang telah diberikan Heru padaku. Aku masih merindukan dan menginginkan sentuhan tangan kekar Heru, dimanakah kau berada Heru..?

Senin, 17 Januari 2011


Tidak Mudah Terlahir Di Negara Indonesia

Bangsa atau Etnik dianugerahkan Tuhan sejak seseorang mulai bernapas di dunìa. Partikel Tuhan tersebut tak dapat dielakkan atau ditawar seorang bayi karena dilahirkan di suatu Bangsa atau Etnik tertentu. Kisah perjalanan hidup saya terlahir, menetap dan hidup di Indonesia patut disyukuri namun tidak dengan kata sangat beryukur. Hal ini disebabkan dalam menempuh jalan hidup di Indonesia memerlukan tenaga dan mental yang harus ekstra kuat. Bukan berarti hal tersebut tak berlaku jika saya hidup di negara lain. Namun suatu kenyataan yang perih, negara yang katanya disebut surga dunia dan saya yakin diciptakan Tuhan untuk mensejahterakan penghuninya justru berdampak sebaliknya. Karena para pemimpin yang mendalami konteks perseorangan. Konteks tersebut dijadikan pedang untuk membunuh dan terbunuh di peperangan menaklukkan tanah air Indonesia. Tanah berubah jadi debu dan air berubah jadi darah. Bagaikan kancil memakan singa, Para Pemimpin Indonesia memperalat rakyatnya dengan cara biasa namun mematikan. Halaman - halaman pembukuan keuangan Negara berisi usus - usus mereka yang kian hari semakin buntu memampung hasil kinerja sukses penelitian ketahanan mental baja Rakyat Indonesia yang terus - menerus disulut oleh api ( membunuh secara perlahan - lahan ) Dalam Intermeso cerita ini izinkan saya memperkenalkan diri. Saya  bernama  Robby Viory Fansya, nama yang kurang pantas untuk berdomisili di dunia politik. Saya berumur 20 tahun. Saya bertempat tinggal di Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan. Sebelumnya saya terlahir dan bertempat tinggal di Kota Bandar Lampung, Lampung. Saya anak Sulung dari lima bersaudara, anak yang paling diharapkan untuk menumbuhkan atau mengangkat martabat dan derajat keluarga. Saya lulusan Sekolah Menengah Atas dengan ijazah yang masih mengapung dimana saya bersekolah dahulu. Bukan salah sekolah yang menahan ijazah tersebut, tetapi memang saya belum pantas mempunyai martabat di Indonesia karena ijazah wibawa lebih berguna di Indonesia. Sebenarnya semua itu di sebabkan masalah keluargaku yang terlibat insolvensi pada sebuah Bank Swasta. Saya saat ini bekerja sebagai karyawan bayangan sebuah Perusahaan Harian Umum sebagai asisten wartawan. Semua ini saya lakukan karena gaji yang cukup lumayan dan tentunya menambah pengalaman hidup. Untuk belajar pengalaman pahitnya hidup, kebetulan  saya hidup di negara yang tepat. Bukan hanya memjadi asisten wartawan, menjadi buruh tani pun kujalani disini. Dahulu, saya orang yang bisa di bilang pemalas. Namun setelah semua teresapi, hidup bukan hanya masalah hanya mendapat kebahagiaan lalu senang, tetapi kesenangan juga bisa raih sebagai manusia dalam pencapainya meraih kebahagian. Jangan menunggu sampai terdesak untuk meraih kesuksesam. Kesuksesan lebih rentan keberhasilannya jika kita lakukan lebih awal di usia yang muda. Pulang ke Desa sebenarnya sebuah pilihan yang berat buat saya dan keluarga. Dengan pekerjaan ayah saya menjadi wiraswastawan kami terpaksa Melakukannya. Hidup berwiraswasta dengan sedikit modal di Kota kurang membantu menjalani kehidupan keluarga kami. Seakan petir tak berwujud saat menyambar dunia, keluargaku mengalami krisis ekonomi dan harus pindah ke Desa dimana nenek saya bertempat tinggal. Disinilah saya belajar bertahan dan mengubah hidup. Di Desa indah dan kaya akan kekayaan alamnya. Sebagai manusia biologis, saya cukup mendapatkan kepuasan dengan kenindahan alam yang menyejukkan jasmani dan rohani. Saya berharap mudah - mudahan Tuhan menjaga tangan saya agar kelak tak merusak maha karya yang telah diberikannya. Pikiranku berintuisi apa yang saya jalani dalam penggapain kesuksesan bersieat terpaksa dan sementara disebabkan keaadaan yang sulit menyandera. Setelah saya cerna, rupanya hal tersebut disebabkan kehidupan yang begitu mahal harganya, meskipun dengan bayaran berangsur - berangsur. Keajaiban bukan karena kita dapat menbangun gedung dakam waktu satu malam, tetapi keajaiban justru terjadi sewaktu pencapaian pembangunan gedung tersebut dalam waktu yang bertahap. Untuk itu saya ingin sekali mencoba membuat keajaiban tersebut bahkan untuk dunia. Karena saya memulainya dari lingkup keluarga dan hasilnya luar biasa. Di daerah ini saya mempunyai pemimpin yang bijak dan loyalty. Pemimpin Kabupaten Oku Selatan memiliki hobi berinvestasi di dalam segala aspek : wibawa, derajat, harata, dsb. Pemimpinku lebih dominan mementingkan kesejahteraan rakyatnya dengan cara membeli aset rakyat agar untuk sementara waktu mereka dapat bernapas. Di Masa depan kelak tanah desaku hanya memiliki satu penguasa aset yaitu sang pemburu kekayaan masa depan terdahulu. Aku yakin jika pemimpin sedikit memberi keajaiban terhadap Rakyat, bukan justru nengambilnya suatu saat daerah ini bkan maju dalam sistem perekomian dan lainnya. Jika ada seorang pemimpin yang akan memberikan trik sulap nyata dan terbuka tanpa trik bayangan yang sebenarnya mematikan secara perlahan. Jadi tidak salah jika dilahirkan di Indonesia, aku dan lainnya hanya kurang tepat dalam menjalani. Sebagai contoh : tidaklah mudah menjadi presiden karena menjadi presiden bukan penguraian kata yang begitu saja diucapkan tetapi perbuatan memikul tugas berat membuat keajaiban dalam pencapaian kesejahteraan dan kedamian rakyatnya. Saya mempunyai saran kepada pemerintah buatlah keajaiban secara bertahap, dari kecil lalu yang ke lebih besar. Ingat keajaiban diciptakan sebenarnya bukan terjadi begitu saja, tetapi dengan kiat - kiat usaha yang perlahan terlampirkan kebahagian. 

Up Next Tommorow
Written by Robby Viory Fansya

Minggu, 16 Januari 2011

Pengunduran Diri Sang Iblis ( Pengumuman Dari Ujung Surga)

Pengunduran Diri Sang Iblis ( Pengumuman Dari Ujung Surga)

Sepanjang hantaran alam semesta yang tercipta dalam beberapa masa. Langit ke tujuh menjadi saksi pelepasan mahluk yang tadinya menawan rupa. Hingga terjatuhlah ia dan seluruh anak cucunya. Hari itu disetiap lapisan langit terpukau dan sejenak melalaikan tugasnya melihat para iblis terlempar dari surga dan berterbangan seolah lidah matahari lepas dari cengkraman. Mereka terlempar ke seluruh penjuru ujung dunia. Mereka harus selalu bersembunyi karena tak ada satupun dari bagian bumi yang rela menerima dan mencium bau busuk yg berasal dari hatinya yg hitam seperti gelapnya malam. Malaikat yang menghuni langit ke tujuh bernama hyder lekas bertanya kepada burung lyda, burung raksasa yang sayapnya didiami oleh taman dorothy dan menghebuskan wewangian yang segar melalui kepakan sayapnya yang seperti biasa menjalankan tugas di ujung surga. Ia bertanya kepada burung lyda sesungguhnya apa yang dilihat oleh hyder tadi. Segerombolan aph bertebaran di angkasa. Burung lyda sejenak terbisu  dengan pertanyaan hyder. Ia seakan takut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di surga. Malapetaka ini tak pantas dibicarakan ucap burung lyda. Hyder berpikir, nengapa burung lyda berkata demikian. Ia semakin penasaran dengan apa yang terjadi di surga. Balka berkata “apa yang kau lihat adalah iblis” pintu sisi kanan surga mencoba berbicara pada hyder. Ia berhianat, durhaka, dan tersesat. Siapa? Hyder kembali bertannya. Iblis tak mau bersujud kepada mahluk mahluk yang memiliki dua sifat yang diciptakan oleh tuhan. Ia menganggap manusia lebih baik darinya. Hyder seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya, bahwa iblis telah diusir dari surga. Di setiap penjuru bumi iblis pun mencari tempat bersandar yang didapat oleh kelicikan dan kerakusannya. Di Laut Mob di lautan yang tidak terang dan tidak gelap iblis membangun kerajaan yang diselubungi rasa dendam terhadap manusia dan mulai menunggu jatuhnya manusia dari surga.


Written By : Robby Viory Fansya

Hidup Adalah Pilihan ( Live Is Choice )

Manusia diciptakan tuhan untuk selalu memilih dari segala sesuatu yang ada didunia, aspek manusia ini memberikan kekuatan untuk menguasai dunia dengan pilihan hidup cara yang baik atau buruk sekalipun. Alam dan semesta bergetar ketika manusia mulai menduduki dunia, malaikat dan iblispun harus tunduk terhadap mereka. Karena semua kekuatan mereka ada pada diri manusia yaitu baik dan buruk. Manusia yang menghias dunia dan manusia juga yang merusaknya. Sebongkah otak yang kecil dapat menaklukan alpha dan omega. Pilihan dalam kehidupan menjadi sebuah permainan manusia. Pilihan menjadi tuntutan kehidupan yang terselip dalam semua kegiatan dan perbuatan. Skenario kehidupan mempunyai awal dan akhir yang tidak jelas dikarenakan adanya pilihan hidup. Pilihan berbuat buruk lebih mudah dan menyenangkan untuk dilakukan daripada berbuat baik, untuk manusia yang tak mau berpikir. Manusia hanya bertanya, mengapa hal yang buruk diciptakan tuhan jikalau itu bersifat merusak. Semakin hari manusia  semakin sibuk menjalani pilihan kehidupan. Mereka menciptakan teknologi yang mereka pikir mempunyai fungsi mempermudah jalannya hidup mereka, yang sebaliknya menbuat manusha menjadi mahluk yang super sibuk. Itu adalah contoh bahwa pilihan mempunyai aspek sangat membingungkan. Yang baik belum tentu buruk, yang buruk belum tentu baik. Jadi jangan berpikir dan menulis skenario bagus hanya di awal saja tetapi pikirkan karya kehidupan yang jenius dan benar - benar baik hingga akhir cerita.


Written By : Robby Viory Fansya

Andai Aku Anak Dari Seorang Presiden

Andai Aku Anak Dari Seorang Presiden

Merupakan hal yang pantas bila seorang putra indonesia seperti diriku mempunyai keinginan menjadi anak dari salah seorang tokoh ahli demokrasi di negeri ini yaitu presiden republik indonesia. Sepotong demi sepotong kurangkai angan - anganku meraba nikmatnya disanjung seluruh rakyat indonesia dikarenakan aku putra presiden indonesia. Dapat dipastikan walaupun aku berusia muda, tanpa segan - segan rakyat ayahku akan mencium tanganku sebab aku seorang putra presiden yang mengemban masa depan negara indonesia dengan bersumpah
Di depan seluruh umat indonesia. Walaupun ucapan ayahku kontradiksi dengan perbuatannya, namun apa peduliku aku aku tetaplah putra presiden ( son of leader indonesia ) aku harus belajar secara kontinu bahwa tidaklah mudah menampung uang pemberian ayahku jikalau kantongku selalu tersinggung karena ada orang - orang atau rakyat kecil yang mengusik permainan pengisinya. Krisis rakyat ayahku tidak menghambat tanah indonesia menumbuhkan tanamannya, walaupun tanaman itu kelak akan mati layu. Secara perlahan - lahan serentetan pejabt pemerintahan ayahku, bahkan menebar wibawa dan kharisma. Tanpa hipnotis atau sebagainya. Aku terlihat kaget ketika membuka sebuah situs jejaring sosia dan menampilkan fan rating presiden indonesia yang jumlahnya 9,9 persen dari warga negara indonesia mengepost like/ suka dgn ayahku. Aku bertanya - tanya, kemana 0,1 persennya ?. Ternyata hanya aku dan ibuku yang belum mengepost like/suka di halaman fan rating ayahku. Aku rasa ayahku akan memaklumi jikalau putranya berbuat demikian. Karena hanya anak dan istrinya yang tak mudah termakan bualannya tanpa sedikit pemenuhan kebutuhan financial. Beda halnya dengan rakyat ayahku yang hanya kenyang dengan wibawa dan kharisma seorang pemimpin penunggang garuda raksasa indonesia. 

Written By : Robby Viory Fansya

Sanak Saudara Sang Pejabat Indonesia

Sanak Saudara Sang Pejabat Indonesia

Mengapa harus mensejahterakan orang lain jikalau sanak saudara saya terlantar, sebuah pepatah maha karya pejabat indonesia. Berat untuk mempunyai moral yang baik jika seorang pejabat mempunyai saudara yang banyak. Karen mereka fikir dengan mensejahterakan sanak saudaranya. Sama halnya saja dengan sedikit demi sedikit menabung untuk tunjang masa depan gemilang kemudian hari. Sesuatu perbuatan konyol bagi pejabat untuk menolong orang lain yang tidak berkepentingan dalam karir hidupnya dan kesejahteraan kematiannya dengan mentiadakan uang bbm kendaraan anak dan perawatan salon istrinya. Apalagi keponakan yang butuh pekerjaan menjilat perbuatan mengagumkan mereka dalam operasi penghancuran bangsa dan negara melalui cara menabung uang negara ke kantong mereka. Sebenarnya si kolusi terkadang merugikan Pejabat Indonesia, karena si kolusi pejabat kehabisan persiapan modal untuk periode kursi selanjutnya. Tetapi banyak dari pejabat indonesia menerapkan ilmu yang sangat dasyat fungsionalnya yaitu ilmu aji mumpung. Aji mumpung mempunyai peran demoralisasi di negara indonesia sebagai tokoh utama. Ubi kayu jika diolah dapat menjadi tepung sagu yang selanjutnya jika diolah dapat mempunyai fungsi sebagai bahan makanan. Jadi pejabat pemerintahan indonesia sama dengan ubi kayu yang dicabut oleh rakyat lalu diolah moral dan perilaku yg kemudian dijadikan wakil perubahan bagi bangsa indonesia. Namun apa yang kita lewatkan sebagai tuan mereka ? Proses mengolah ubi kayu menjadi tepung, pejabat pemerintahan di Indonesia harus di olah sedemikian bagus rupanya oleh rakyat indonesia sendiri. Karena tidak ada yang lebih memahami suatu instrumen terkecuali sang penciptanya instrumen tersebut. Kesimpulannya kita yang mencabut pejabat dari orang awaw menjadi sesosok dewa yang agung dan kita juga yang harus menanamkan dan mengolah moral yang baik terhadap mereka. 

Written By : Robby Viory Fansya

Rabu, 12 Januari 2011

Demokrasi Membingungkan Indonesia (Democracy Confused Indonesia )

Demokrasi Membingungkan Indonesia (Democracy Confused Indonesia )
Belum ada awal untuk demokrasi Indonesia,dan untuk hal tersebut kita harus bertanya - tanya dan mencari ! Siapakah yang akan memberikan kenyataan demokrasi ? ( The Real Democracy ) tentu saja jawabannya 'ada'. Namun Seseorang tersebut Pasti hanya memberikan bayangan demokrasi dengan kenyataan pasif Berfikirlah wahai Indonesia,jalankan demokrasi dengan otak yang smart dan konsep yang brilian,kaerna demokrasi bukan sesuatu hal yang harus saja dijalani tetapi juga mesti dipelajari keadaan dan jati dirinya.           
            Pemerintahan Indonesia menjjajkan sistem Pemerintahan yang bersifat misteri, misteri yang membingungkan rakyatnya. Sama halnya dengan cara Tuhan bekerja yaitu dengan cara yang misterius.Sehingga membuat hamba - Nya ada yang mengerti dan ada yang tidak,ada yang menyukai dan ada yang membenci.Tergantung dari Cara Hamba Menyingkapi dan Mempelajari cara - Nya Tersebut.
            Tata Letak pelaku yang menjadi masalah dalam sistem Pemerintahan demokrasi lnddonesia." Kekuasaan ada pada Rakyat ", Apakah sudah terwujud ?, jawabanya juga masih menjadi misteri.Seharusnya Rakyat Indonesia mesti bersatu untuk mengilhami,mempelajari lalu menjalankan apa arti dari kalimat " Kekuasaan ada pada Rakyat ".Berarti Rakyat mempunyai peran tertinggi di dalam Pemerintahan yang dibatasi oleh hukum yang berfungsi hanya untuk rakyat menyedihkan dan bukan untuk perangkat / pejabat pemerintahan.
Di dalam segala Aspek dan instrumen di dunia masing – masing meliki dua fungsi yaitu sebagai penyelamat dan penghancur. Dua fungsi ini juga terselip dalam sistem Pemerintahan Demokrasi, karena Mengapa ? dikarenakan, tata letak pelaku / pemeran yang membingungkan sistem Pemerintahan itu sendiri.

Written By : Robby Viory Fansya

Pejabat Pemerintahan Indonesia Menggunakan Teknik Karir Selebritis

           Pejabat Pemerintahan Indonesia Menggunakan Teknik Karir Selebritis          

Pencapaian sebuah karir politik tidak mentolerir cara apapun.Diciptakan lah suatu teknik pencapaian suatu  obyek mendapatkan keuntungan financial yang disebut social authority. Rangkaian indah suatu perbuatan mencari perhatian dari rakyat lugu.Teknik ini bila sejenak dipahami memiliki rating setingkat dengan teori konspirasi, Hanya bedanya tak ada keraguan dalam menampakkan wujud aslinya. Banyak sekelompok organisasi yang membanggakan pentolan organisasinya, dengan cara mempublikasikan secara brutalisme tanpa pola, bak selebritis yang sedang dilanda gosip berkepanjangan.bahkan tidak ada keraguan seorang manajemen keartisan suatu partai politik tertentu ikut turut andil memaniskan sensasi gosip tersebut.
Dengan melemah Sang Dewa Indonesia mendapat  perhatian rakyatnya. Lalurakyat mulai terpukau dengan aksi drama yang hebat di awalnya saja tetapi menjadi petaka di akhir cerita. Rakyat Berteriak” Berikan Kami tontonan yang segar “ lalusang illusioner negara mulai menampilkan scene terbaik denbgan angel kamera yang disorot dari sudut neraka. Dengan Alunan musik  yang senandung mereka berdiri tanpa malu mempertontonkan kesombongan ,seolah telah terbiasa berakting di depan kamera.Penonton terhanyut dengan pembawaan kaarakter yang Sang dramatisir Negara, sampai – sampai tak setitik air mata pun yang dapat di uraikan rakyat kembali, dikareanakan suguhan aksi yang berkali –kali menipu mereka.Sungguh benar adanya jikalu Indonesia menganut konstitusi demokrasi, disebabkan kenyataan bahwa rakyat yang memberiakan rasa kasihan yang dalam terhadap pejabat pemerintah Indonesia, dan bukan sebaliknya. Menuju karir populer politik Sang Pejabat Pemerintah Indonesia tidaklah mudah tanpa kesetiaan Rakyat sebagai Fan abadi dan berbudi Oleh karena itu, selaku Rakyat Indonesia kita berharap untuk sensasi fantastik yang lebih baik dari Sang Ahli – Ahli Demokrasi Indonesia.


Written By : Robby Viory Fansya